Rabu, 06 Februari 2013

NABI YA'QUB


KISAH NABI YA'QUB A.S

nama-nama nabi


Segala Puji Milik Allah atas segala karunia-Nya kepada kita semua, segala kenikmatan yang tidak akan pernah kita sanggup untuk membalasnya, bahkan pun jika seluruh ‘amal kebajikan manusia sejak Nabi Adam hingga akhir zaman dikumpulkan, tidak akan ada nilainya dibanding setetes nikmat yang Allah turunkan ke muka bumi. Diblog ini saya akan menceritakan sedikit cuplikan kisah Nabi Ismail a.s, semoga kisah-kisah beliau dapat menjadikan kita semua yang membacanya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin.
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, Nabi Ya'qub AS adalah putra Nabi Ishaq AS, dan ia memiliki saudara kembar bernama Aish. Ayahnya lebih menyayangi Aish saudaranya karena ia lahir lebih dulu, sedangibunya lebih menyayanginya karena ia lebih kecil. Hubungan mereka yang renggang dan tidak akrab itu makin buruk dan tegang setelah diketahui oleh Ishu bahwa Ya'qublah yang diajukan oleh ibunya ketika ayahnya minta kedatangan anak-anaknya untuk diberkahi dan didoakan, sedangkan dia tidak diberitahu dan karenanya tidak mendapat kesempatan seperti Ya'qub memperoleh berkah dan doa ayahnya, Ia pun marah dan bahkan mengancam akan membunuh Ya'qub supaya keturunannya tidak ada yang menjadi nabi dan raja. Mengetahui hal ini, Rafqah kemudian menyuruh Ya'qub agar mengungsi ke tempat pamannya, Laban bin Batwil, di kota Harran, Irak. Dalam perjalanan ke rumah pamannya, Ya'qub tidak berani berjalan di siang hari karena takut akan ditemukan dan disiksa oleh saudaranya. Ia hanya berani berjalan di malam hari, sedang bila tiba waktu siang ia beristirahat. Oleh sebab itulah ia juga dikenal dengan nama Israil, yang artinya berjalan di malan hari. Dalam perjalanan menuju rumah pamannya di Faddan Aram, Ya'qub tertidur sejenak melepas lelah. Pada saat itulah ia menerima wahyu dari Allah Swt. melalui mimpinya. Dalam mimpinya itu diwahyukan bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah, kecuali Allah; dan Allah mewariskan Baitulmakdis, kehidupan yang bahagia, dan kerajaan besar untuk Ya'qub serta keturunannya.
Sesuai dengan keinginan ayahnya, Ya'qub bermaksud menikahi putri bungsu pamannya Laban. Ia ingin menikah dengan putri bungsu yang bernama Rahil. Pamannya setuju, dengan syarat Ya'qub harus tinggal di kampungnya selama 7 tahun dan menikahi kakak perempuan Rahil yang bernama Laiya--biasa dipanggil Layyan. Adat di daerah itu melarang seorang adik melangkahi kakaknya menikah lebih dahulu. Akhirnya, pamannya menikahkan kedua anak gadisnya dengan Ya'qub (ketika itu hukum memperbolehkan seseorang menikahi dua gadis sekandung). Laban juga menghadiahkan dua hamba sahayanya kepada masing-masing putrinya, yaitu Zulfa untuk Layyan dan Balhan untuk Rahil. Kedua hamba sahaya itu pun akhirnya diberikan kepada Ya'qub untuk diperistri, sehingga istrinya berjumlah empat orang. Dari keempat istrinya, Ya'qub mempunyai dua belas orang anak. Layyan melahirkan enam orang anak, yaitu Raubin, Syam'un, Lewi (salah satu keturunannya adalah Nabi Musa), Yahuda, Yasakir, dan Zabulon. Rahil melahirkan dua orang anak, yaitu Yusuf dan Bunyamin. Kemudian Zulfa melahirkan dua orang anak, yaitu Kan dan Asyar. Begitu juga Balhan melahirkan dua orang anak, yaitu Daan dan Naftali.
Akhirnya saya sebagai penulis hanya bermohon kepada Allah swt, semoga dijadikan bagian dari bangunan dakwah yang kelak akan mengantarkan Islam kembali menjadi Ustadziatul’alam, Kebenaran itu hanya datang dari Allah, maka jangan sekali-kali kita ragu untuk mengambilnya sedang yang salah adalah datang dari diri penulis pribadi.


Banyak kisah-kisah lainnya tenntang nama-nama nabi, silahkan lihat disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar